Posted by: Ricky aji | January 9, 2010

Square Attack pada Crypton


Crypton merupakan salah satu algoritma yang diajukan sebagai kandidat algoritma AES. Dalam tulisan ini akan dijelaskan mengenai chosen plaintext attack yang akan bekerja jika cipher direduksi menjadi 6 round (ketimbang 12 round). Adapun attack ini didasarkan pada SQUARE attack yang diajukan oleh J. Daemen, L. Knudsen and V. Rijmen, dalam papernya yang berjudul, The block cipher Square, Fast Software Encryption, pada tahun 1997. Akan tetapi, karena struktur SQUARE dan Crypton berbeda, sehingga harus dilakukan sedikit perubahan pada skema attack untuk beberapa poin. Pada analisis sebelumnya, J.Borst menemukan suatu kelemahan pada algoritma key schedule ditemukan sejumlah weak keys. Namun agar lebih mengoptimalkan attack, maka akan dicoba untuk mengeksploitasi karakteristik lain dari key schedule tersebut.

Deskripsi Crypton

Algoritma Crypton merupakan algoritma yang termasuk ke dalam square block cipher. Data-data plainteks diproses dalam ukuran 16 byte, menggunakan skema square yang dinamakan state, seperti pada gambar berikut :

Ketika A merupakan state yang aktif pada waktu ke –i, maka different byte-nya disimbolkan dengan (A)ij. Dimana nilai i dan j bervariasi dari 0 sampai 3. Terdapat enam buah transformasi dasar pada Crypton, diantaranya sebagai berikut :

  • merupakan proses key addition dengan kunci round ke-i. Operasinya sama dengan operasi pada algoritma SQUARE.
  • dan keduanya merupakan transformasi linier pada kolom – kolom state. Transformasi ini beroperasi 2 bit tiap waktunya, menghitung nilai baru dari hasil peng-XOR-an dua bit yang sebelumnya pada posisi yang berkorespondensi dalam tiga buah bytes kolom – kolomnya yang berbeda.
  • dan merupakan transformasi nonlinier yang menggunakan S-boxes pada state bytes yang berbeda. Dimana berlaku sifat .
  • merupakan sebuah transposisi sederhana, dimana upper row berubah menjadi right most collumn, dan lower row menjadi left most collumn. Jadi jika ada (D,C,B,A)t artinya bahwa At merupakan upper row dan Dt merupakan lower row.

(Untuk lebih jelasnya silahkan download pdf-nya)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: